Archive for » 2006 «

December 21st, 2006 | Author: BikPici™

Bismillah…
ayu..
akhwat satu departemen di ldk
sosok yang kuat.. cerdas dan tegas!! (terutama ma ikhwan)
beliau paling ga suka sama ikhwan yg demen bcanda :)
walau dalam moment santeee..
yaa.. itulah ayu..
akhwat kembar yang cantik nan sholihah
tahun depan..
beliau pindah kepengurusan..
dipetakan di komsat kammi intifadhoh
tetep dalam departemen yang sama
kaderisasi
hari ini..
mb nit rindu ma ayu..
:(
ayu dah 12 hari sakit
10 hari rawat jalan di rumah..
bedrest
dan 2 hari lalu..
ayu ‘terpaksa’ opname di RS Charitas
ada gangguan dg paru-parunya..
ade sayang..
smg lekas sembuh yaa..
ayu harus sabar dg sakitnya..
pengguguran dosa-dosa kecil..
pembelajaran bagi kita yang dah sering mendzolimi diri sendiri..
cepat sembuh yaa sayang..
kami rindu ayu..

December 11th, 2006 | Author: BikPici™

beberapa bulan ini kami harus rela
sholat.. tilawah.. dan melakukan semua aktifitas di dalam masjid dgn terbuka..
terlihat semua oleh kaum adam..
karena masjid kini tak berhijab
kami hanya bisa berusaha mendatangi rektorat..
melobi pihak terkait yang berkompeten u/ membantu kami mengembalikan hijab seperti semula
rencana mo aksi ke jalan..
tapi ntah.. akhirnya tak terlaksana..
ini bukan hanya menjadi masalah akhwat..
tapi juga ikhwan..
alhamdulillah walo tidak turun langsung..
tapi masukan2 mereka sangat membantu para akhwat u/ ttp memperjuangkan hijab kembali ke masjid
sampai saat ini..
hijab blm kembali..
mungkin dah lebih dari 1 bulan..
tepatnya 10 hari sebelum idul fitri..

akhirnya..
kami harus memandang semua itu dari sudut pandang yg lain..
hari terakhir MUSRA LDK
seorang utusan majelis syuro kampus datang dan memberi kami nasihat kecil yang menghujam relung hati
hakikat dari pelepasan hijab itu sesungguhnya..
adalah..
lepasnya hijab ruh kami..
lepasnya hijab pandangan kami..
lepasnya hijab hati kami..
yang selama ini kami jaga..
ternyata.. membuat setan begitu iri..
sehingga membuat beberapa saudara tidak dapat merasakan manisnya rasa menahan nafsu

lepasnya hijab itu skenario Allah..
tamparan buat kami yang sudah tak menjaga hati..
dgn ringannya bicara dgn ikhwan tanpa menundukkan pandangan dan sambil bercanda..
dgn lancangnya kami meng-cancel agenda2 syuro demi kepentingan pribadi yang TIDAK PENTING!!
kami semua terdiam!!
akhi betul..
ini cubitan Allah u/ hati kami..
yang sudah tak menjaga adab sebagai seorang pejuang..
kami terlalu angkuh..
kami terlalu kerdil..
kami tak pantas mengusung amanah dakwah ini jika hati kami terlalu KOTOR..

saat ini..
kami lebih bisa melihat semuanya sebagai sebuah ujian..
ujian yang harus kami hadapi bersama..
bukan dengan gencatan urat…
tapi gencatan IMAN..

Jazakumulloh buat rektorat..
yang sudah mengingatkan kami betapa sulit jalan dakwah ini harus kami lalui.
kami tak akan berhenti sampai di sini..
kami akan terus mendatangi bapak-bapak.. :)
sampai bapak2 rela mengeluarkan hijab masjid u/ kembali terpasang..
dan kami..
kembali berusaha meminimalisir kotornya hati kami..

December 11th, 2006 | Author: BikPici™

ana belajar nulis buat seseorang yang ana sayangi..
inilah jadinya..
:)
tapi ntah.. ada dimana ia sekarang :(
(naskah ini ana ikutkan dlm lomba naskah surat buat yg terkasih di milad FLP SumSel -1bulan lalu)

20 Juni 2002

Bang Fadhlan-ku Tercinta yang Tampan,

Kasihku, sebelum aku memulai surat ini, ingin kukatakan padamu bahwa aku bersungguh-sungguh dengan setiap kata yang kutuliskan di sini. Setiap baris yang kugoreskan akan persis sama dengan apa yang dikatakan hatiku padaku.
Mujahidku, aku baru merasa hidup pada malam aku berkenalan denganmu, pada Majelis Ta’aruf yang begitu khusyuk. Waktu itu kau sudah tahu bahwa kita memang ditakdirkan untuk bersama, bukan? Aku merasa seperti sudah mengenal dirimu seumur hidupku. Ingat kan? Bagaimana kita bercakap-cakap seakan kita tahu bahwa kita akan bersama-sama selamanya.
Aku akan selalu ingat binar-binar di matamu, saat pertama kali aku memegang tanganmu tanpa perasaan bersalah pada-Nya, karena itu bagian dari ibadah kita, saat itu kau mengatakan bahwa kau milikku. Ucapanmu telah merebut hatiku, selamanya. Malam itu adalah malam terindah bagi hidupku. Sama seperti malam-malam berikutnya yang kita lalui berdua.
Kasihku, kau telah banyak melakukan keajaiban atas diriku. Kadang kupikir kalau aku tidak bertemu dengan laki-laki yang luar biasa seperti dirimu, mungkin tidak banyak yang bisa kucapai dalam hidupku, seperti yang telah kuperoleh saat ini. Setiap usaha yang kulakukan adalah untukmu. Kau telah membuat perubahan besar atas diriku.
Allah telah menganugerahi kita dengan cinta, sehingga kita bisa terus bertumbuh berdampingan. Dan untuk alasan inilah aku mau menikah denganmu.
Kalau teringat apa yang telah kita alami selama bertahun-tahun ini, sungguh menakjubkan bahwa kita masih bersama-sama. Aku mengagumi kegigihanmu dalam bekerja dan kesabaranmu terhadapku. Aku tahu aku merupakan cobaan berat bagimu. Tuntutan-tuntutanku yang manja, dan segala harapan-harapanku dulu, keinginanku agar kau menjadi semacam mentari di bumi, menghangatkan berkali-kali cintamu yang tak pernah padam bagiku.
Kuharap aku dapat memberi lebih banyak kepadamu pada tahun-tahun mendatang, dalam cara-cara yang paling kau butuhkan. Kau layak menerima jauh lebih banyak daripada yang kau peroleh saat ini. Mulai sekarang, aku tidak akan menyimpan sendiri cintaku padamu. Ajari aku, apa yang paling kau butuhkan, apa yang paling kau dambakan.
Sayangku, bagiku tak ada orang lain yang begitu berarti bagiku, seperti dirimu. Kau adalah keseluruhan hidupku. Aku akan selalu ingat setiap butir air mata yang telah kau teteskan bagiku. Setiap butiran itu adalah setetes darah dari hatiku. Aku merasa sangat sedih ketika kau menangis saat kau berangkat ke medan Jihad, sebagai tim medis bantuan ke Palestina. Kau mengatakan, aku tak boleh menangis, ini adalah tugas mulia yang harus kau tunaikan untuk membantu saudara-saudara kita di sana. Tangismu adalah tangis kebahagiaan karena dapat silaturahmi ke tanah Nabi Ibrahim kita. Tapi aku sedih, saat aku mengandung sosok Mujahid dari benih mulia mu, yang berumur 7 bulan ini. Kau tak ada di sisiku. Tapi, sedapat mungkin aku berusaha mengendalikan diri. Kalau aku tak sanggup menguasai perasaan sendiri, aku pasti akan menangis lebih daripada dirimu.
Aku tak sabar menunggu saat kau pulang kepadaku dan mengambil tempatku kembali di hatimu. Di sanalah, tempatku. Mungkin pada saat itu aku bisa menjadi sahabat, istri, dan kekasih yang lebih baik bagimu, daripada sebelumnya.
Aku masih tetap menganggapmu kekasih hatiku, dan rasanya aku akan selamanya merasa demikian. Tidak, aku tidak bermaksud mengatakan bahwa kau bukan suami yang baik bagiku selama ini. Tak mungkin aku bisa mendapatkan suami yang lebih baik bagiku selain dirimu, hanya saja aku lebih merasa sebagai kekasihmu daripada istrimu. Kurasa tidak ada pasangan suami-istri yang bisa sebahagia kita.
Aku sungguh mencintaimu, dan akan selalu mencintaimu. Bang, aku selalu menjaga diriku selama kau pergi dan akan selalu demikian, sampai kau kembali padaku.
Aku bahagia tidur di sampingmu setiap malam, aku senang memandangimu saat kau terlelap pulas dalam peraduan, dan aku ingin jatuh cinta lagi dan lagi kepadamu.
Aku suka memejamkan mata dan membayangkan mu seperti saat terakhir kali aku melihatmu tersenyum sambil melompat-lompat, melambaikan tangan tanda selamat tinggal. Aku ingin kau melakukan itu saat ini… tapi kuingin lambaianmu adalah lambaian selamat datang.

Si cantikmu tercinta.
Hanifah

(fotenote: aku pake nama Fadhlan karena??? suka aja.. sama nama itu.. :) mudah2an Allah bener kasih yang serupa .. Gubrak!!! :( trus.. Hanifah?? itu nama hijrah ku.. Nur Annisa Hanifah.. )

Category: Belajar Jujur  | 2 Comments
December 11th, 2006 | Author: BikPici™

Dengarkan!!
Kami tak pernah mengklaim bahwa
MASJID ADALAH MILIK KAMI!!
Golongan ‘aneh’ kalian sebut
Kami tak pernah pasang palang di depan pintu masjid
“INI MASJID ANAK LDK, YANG LAIN DILARANG MASUK”
Tidak pernah!!
Lalu kenapa kalian risih dgn kehadiran kami?
Kami hanya berjuang memakmurkan masjid
Kami hanya berusaha menghidupkan suasana masjid
Tidak hanya pada waktu-waktu sholat
Kami ingin masjid menjadi sentral semua aktifitas ibadah kita
Sholat.. Tilawah.. Dhuha.. Belajar.. Diskusi mengenai agama..
Apapun itu..
Lalu..
Kenapa kalian begitu MEMBENCI usaha kami?
Usaha untuk menghijabi tubuh.. Dan hati kami..
Kami akan sangat bahagia..
Jika teman-teman mau berkumpul bersama melakukan semua aktifitas di masjid kampus..
Kami akan sangat terharu..
Jika teman-teman merasa sangat nyaman berada di masjid dari pada nokrong di kantin atau DPR
Kami akan sangat bersyukur..
Jika teman-teman mau memakmurkan masjid..
TOH, MASJID MILIK KITA SEMUA!!

Kami hanya ingin Allah merasa bahagia..
Dengan ramainya HAMBA ALLAH yang ‘bertamu’..
Kami merasa sangat nyaman berada disana..
Melakukan semua aktifitas kami..
Mengisi waktu luang, menunggu mata kuliah berikutnya.. Dengan tilawah..
Atau diskusi ringan tentang apapun di masjid..
Kami memilih itu karena kami fikir itu lebih bermanfaat ketimbang kami kongkow di DPR ato kantin atau ngalor ngidul di teras barak kelas..
Kami sangat nyaman untuk melakukan apapun di dalam masjid..
Syuro.. Kajian ba’da dzuhur.. Kajian pekanan.. Kajian bulanan..
“percuma saja pakai hijab pada saat rapat.. Kalau jarak kalian itu Cuma satu hasta atau lebih dikit..
Untung ga sampe ciuman!!”
Asstaghfirullah..
Saudara seiman kami tega mengatakan hal itu ttg penjagaan kami??
Apa pernah kalian hitung dgn pasti jarak kami??
Apa pernah kalian hitung dgn pasti jarak hati kami??
Dengarkan!!
Dengan berhijab saja kami masih sulit menekan penyakit hati..
Bagaimana jika tak berhijab??
“ah, yang pentingkan hatinya yang berhijab..”
Teman-teman tau?? (aku yakin sangat tau.. Karena basic pendidikan agama kalian dari Pontren atau Aliyah!!.. Cobalah sejenak berfikir cerdas wahai kawan!!!”)
Tidak melihat wujud.. Hanya mendengar suara.. Ketika rapat yang dibatasi dengan hijab saja masih membuat kami sulit menjaga hati.. Kami berjuang keras menekan bisikan setan untuk menimbulkan benih-benih penyakit yang dibenciNYA..
Bagaimana jika tak berhijab??
Jaga pandangan?? Apa bisa?? Selama pertemuan sama sekali tak melihat?? Bujuk rayu setan sangat kuat untuk menggerakkan bola mata kalian ke sosok yang tausiyahnya membuat kalian berdecak kagum..
Sudah pada pintarkan??
Kalau pandangan itu ada anak panahnya SETAN..
Apa yakin bisa meredam semua itu??
Mari..
Kita filter semua benih yang ditabur setan itu dengan usaha yang meminimalisirnya..
Islam telah mengatur semua…
Untuk menjaga izzah kita sebagai MUSLIM yang baik..
Tidak ada campur baur antara laki2 dan perempuan..
OKEH!!
Kami tidak akan complain dgn ‘pujian’ yang berbuih bak liur anjing itu..
Hanya senyum yang tertuai ketika semua itu sampai ke telinga kami..
Coba!!
JANGAN HANYA BISA BICARA!!
KELUARLAH WAHAI MANUSIA YANG MEMPROVOKATORI REKTORAT UNTUK MELEPAS HIJAB MASJID!!
KELUARLAH!!
KELUARLAH DARI SARANG KALIAN..
JANGAN MENJADI MANUSIA PENGECUT!!
YANG MENYUAP SAKSI KUNCI DALAM PENGADILAN PERDATA YANG KAMI TUNTUT UNTUK REKTORAT!!
YANG MEMBAKAR BUKTI BAHWA KAMI MENANG PADA SAAT PEMIRA TAHUN LALU..
KELUARLAH WAHAI PENGECUT!!

PUAS????
PUAS SETELAH HIJAB MASJID KALIAN LEPAS????
Dengan dalih MENETRALKAN MASJID??
Menetralkan dari apa??
Dari KAMI???
Memang nya ada apa dengan KAMI??
Sebegitu NAJIS kah KAMI???
Sampai harus dengan cara begini kalian MENGUSIR KAMI!!
Tapi apa jadinya??
Masjid semakin sepi..
Hanya satu.. Dua.. Orang saja yang menyempatkan diri untuk sholat dhuha.. Tidak seperti biasanya..
Karena apa??
Mereka risih!!
Masjid yang bertabir saja..
Kami masih sulit menjaga hati..
Dan sekarang..
Masjid sudah tak berhijab..
Dengan leluasa kaum adam memperhatikan semua aktifitas muslimah
Dengarkan!!
Kami berkumpul.. Berjuang menghimpun hati hanya demi satu misi!!
“MENGISLAMKAN KAMPUS YANG BERMERK ISLAM”
Itu saja!!
Tidak lebih!!!!
Dengan tertatih kami membujuk teman2 untuk sholat dzuhur di masjid dari pada harus pulang ke Kosan dan sejenak mendengar nasihat ringan dari Imam..
Dengan keringat mengucur kami berlari mengejar teman2 untuk membagikan selembar.. Dua lembar.. Buletin tausiyah perpekan..
Dengan adrenalin terpacu kami turun ke jalan untuk MENOLAK SEMUA KEBIJAKAN PEMERINTAH KAMPUS yg semakin mencekik dan menginjak-injak identitas kami sebagai MUSLIM
Tapi biarlah..
Walau itu tampak tak seperti apa-apa..
Kami tak perduli!!
Biar ALLAH saja yang menilai semua ikhtiar kami..
HARMONI PERJUANGAN BEPERNIK IMAN..
Kami tak akan Gentar..
Kami tak akan Goyah..
Walau dengan beribu maki dari kalian..
Walau dengan selaut air ludah yang menjijikkan..
Walau dengan kepalan tangan kalian yang membocorkan kepala ikhwah kami..
Kami tak akan mundur.. Walau selangkah..
Teruslah berusaha mencekal kami!!
Terus saja..
Sampai kalian akan merasakan pahitnya NERAKA JAHANNAM!!

By: -Aku- yang akan terus mendo’akan smoga hati KALIAN lembut dan kembali BERPERASAAN!!

November 16th, 2006 | Author: BikPici™

15 Nov 2006
mamaku milad..
hari lahir euy..
ultah neh.. :p
yang ke 50!!

pagi itu aku langsung sms mama..
lalu mengingatkan beberapa orang yang menurutku sangaaaatt baik ama aku.. (nah Lhoooo..!!!!)
cicik.. (anak sulung mama).. hehhe.. padahal sebelahan kamarnya ma aku.. mumpung gi ada pulsa :)
adek.. (anak bungsu mama).. yang ini HPnya ga aktif.. mungkin masih dimasjid.. jam segitu masih waktunya tilawah..
trus..
abang.. (?????)
trus..
bi’ eni (adik mama)..
ga lama..
bi’ eni bales sms ku…
isinyaa.. thx yaaa.. jadi mo main ke pakjo neh.. tapiiiiii.. :) boke euy..
trus..
cicik ke luar kamar..
trus..
jam 3 adek ku bales sms..
isinyaa…
“met hari lahir ya ma.. moga panjang umur.. ga sering marah2 lagi.. n doain aku ya ma.. moga mudah menyerap pelajaran n cepet wisuda”
weleeehh.. adek ku ini.. doanya macem2 aja.. yaa deh.. diaminin tuh ma mama.. hikss.. jadi kangen ma adek ku yang ‘maksa’ mo dianggap dewasa..
yaaaaaaa gabisalaaaaaaaa..
dikau itu anak bontot… sampai kapanpun.. yaaa ttp kecil.. heheh :)
intinyaa…
maaaa..
kami sayang mamaaaa…
banyak doa untuk mama..
smg diijabahNYA
amin…

Yaa Allah..
sayangi mamaku yaa…
juga ayah…

amin

October 17th, 2006 | Author: BikPici™

Bismillah…

hari ini sekeluarga, pagi-pagi, kumpul di Rumah Sakit Umum

besuk adik sepupuku yg sakit..

pas pulang, aku ma ayah jalan duluan

berdua melewati koridor RSU yg panjang

beberapa coass seliweran..

beberapa dokter muda.. dgn jas putih melambai menyapa mata dan.. HATI !!

“ayah pingiin banget, duluu kamu jadi dokter”

ayah melempar asa..

dan..

HUPP!!!

BRAKKK..!!!

asa ayah hancur..

lebih tepat.. AKU HANCURKAN!!

aku hanya bisa diam

tapi hati ku sibuk istighfar..

mencoba menenangkan hati

“yaaa.. Ayah gimana sih.. naluriku kan ga disana, CUCU ayah aja ntar yg jadi dokter” kataku bercanda..

ayah tertawa dan “amiiinn..”

“atau.. mantu ayah aja deh ntar yg dokter.. meneruskan perjuangan al kautsar”

kataku sambil ketawa.. padahal hatiku dah degab degub..

gilaa.. berani amat yak.. bilang ma ayah gitu.. MANTU???

hhauhau.. ngaca donk niitt..

MANTU DOKTER??

istighfar atuuuhh neeeng…

“ya udah, cari aja suami yg dokter.. ayah setuju”

Gubrakkkk !!!

“mana maulah, Yah… dokter?? hahah.. ayah ada-ada aja.. mana mau dokter ma nit.. guru kecil gini.. dokter nikah nya ya sama  dokter.. ga level klo ama nit”

dug…dug…dug..dug..

hatiku berontak.. asstaghfirullah.. kok jadi merendahkan diri sendiri yak.. assataghfirullah..

ayah mengusap kepalaku..

“nak, ga boleh pesimis gitu, minta sama Allah. jgn minta sama dokternya.. “ ayah tersenyum

hmmm… hikss… jadi pingin nangiss…

ayah..

maafin nit ya..

nit ga bisa jadi seperti yg ayah minta..

harapan ayah terlalu tinggi untuk nit gapai

nit punya visi dan misi kehidupan sendiri..

jiwa nit bukan di situ..

nit tau ayah kecewa

ayah berharap..

nit bisa seperti ayah..

berjuang di bidang kesehatan..

membantu mereka2 yg tak mampu membeli obat..

membantu mereka2 yg terusir dari rumah sakit karena tak mampu membayar registrasi..

membantu mereka2 yg tingga dipedalaman..

keliling… mengobati mereka 1 pekan sekali..

sambil bawa kantong obat..

ayah.. nit bangga sama ayah

tapi jiwa nit ga disitu dan kenyataannya

nit ‘hanya’ berjuang di bidang pendidikan..

sama seperti mama..

seorang sarjana pendidikan Islam..

bukan menjadi dokter..

tapi menjadi GURU!!

itu cita2 terbesar nit, ayah..

asa ayah nit hempas kan!!

berharap punya suami dokter pun nit tak mampu..

ayah betul..

biarlah nit minta sama Allah saja..

apa yg terbaik untuk nit..

jika ayah tak ber-mantu dokter..

insyaAllah..

cucu ayah.. dari rahim nit.. akan nit perjuangkan menjadi dokter..

AMIIIIIIINNNN…

maafin nit ya, Ayah…

smoga Ayah selalu mendapat limpahan rahmatNYA..

amin

October 09th, 2006 | Author: BikPici™

BIsmillah…

7 Oktober 2006
moment paling bahagia yg diberi oleh Allah dalam hidup ana..
hari itu..
hari yang sudah ditunggu sama akhwat, pengurus LDK..
“ada ifthor jama’i nih di kostan Muawanah, dateng yaa.. kontribusi 7000 plus sahur”
hmm..
kalimat persuasif itu gencar di bumi perjuangan kampus ku 2 pekan ini :)
syuro dilakukan 3 kali
alhamdulillah semua berjalan dengan CINTA…
tanpa gencatan ‘URAT’ seperti biasa
kami memang harus ekstra keras menyatukan persepsi dgn beberapa ikhwah yg berwatak rada ‘tidak halus’ :)
hari itu…
kumpul di masjid kampus ba’da dzuhur..
aku kbagian buat sambal hati ayam..
jam 13.30 berangkat dari masjid menuju markaz LDK
mo minjem boks air plus gelas :)
maklum.. di kostan miniiimm peralatan begituan..
nyampe markaz ada 2 ikhwan yg gi nunggu jadwal syuro
“jadi ga nih syuro nya?” tanya Roles, Ketupat TDK II
“afwan akh, cancel dulu ya, akhwat2nya pada ga bisa hari ini. bisa tolong ambilkan gelas dan boks air?”
tanya muawanah. ketua biro kestari. dari balik dinding pembatas
“lho.. kok jam sgini ngomongnya soal GELAS dan BOKS AIR ??”
dgn sedikit tawa yg tertahan akhirnya ana hanya komentar…
“tolong cepat akh…”
“mo ifthor yaa … nih.. ”
dih.. nanya pula :) mo tauuuuuuuuu ajaaaaaaa :)
di markaz emg lengkap barang2 rumah tangga :) so, klo ada acara mabit, barang2 markaz smua diboyong :)
trus..
nyampe rumah Muawanah jam 2..
masak-masak.. goreng-goreng…
teng jam 5 semua selesaaii
acara tauji dimulai..
pemateri sudah aku jemput.. mbak ratna :) akhwat 2000 yang skr dah jadi guru di SDIT M-Izz
smua berjalan sesuai agenda
ternyata slama ini yg terlihat gagah perkasa di kampus.. pada jago masak..
smua dapet julukan hari itu..
yaa.. sesuai dgn karakter dan pembawaan masing2..
aku ??
“UMMAHAT berjundi 5″
:p
itu kata mudrikah.. akhwat 2005 yg ‘nyelip’ di ifthornya pengurus..
seharusnya bliau blm boleh ikutan, berhubung kakak ceweknya dah jadi pengurus.. akhirnya dia ikutan :)
entah karena apa dia menjuluki aku seperti itu
mungkin karena..
aku yg rada cerewet dgn adik2 itu, mngingatkan soal minum susu klo mo sahur.. nasi dan soto yg dah ku wanti2 harus dihangatkan.. tempenya goreng lagi yaa biar tambah garing.. jgn lupa minum air putih yg banyak.. pake jaket klo mo naik ke DAG.. bla..bla..bla.. dan akhirnya.. pas sahur.. aku sendirian yg sibuk di dapur.. coz yg ga shaum pada tidur.. :) mereka ada syuro dadakan sampe jam 1 malam. akhirnya aku dgn sangat ikhlas membiarkan mereka u/ tetap terlelap. tdk tega rasanya.. ujung2nya yg shaum, bolak-balik ambil wudhu memperhatikan aku yg sibuk sendirian di dapur.. trus mudrikah nyeletuk.. “UMMMIIIIIIIII… mbak nit cocok banget deh klo dipanggil gitu… Ummahat Anak 5 nih.. ”
:) aku hanya bisa ketawa.. ada2 aja adek yg sholihah ini.. :)
rada ga nyaman juga dibilang ummahat anak 5, coz niatkukan anak 8.. hehehhe :p

banyak cerita yg dibagi..
smua terlihat lebih alami
saatnya menjadi wanita sejati :) hehe..
setelah ifthor.. akhwat sholat maghrib di kamar kostan sebelah..
coz ruang tamu ana ga muat..
yg ga shaum menyiapkan ma’em mlmnya yg shaum :)
moment makan2 sama2 itu ternyata efektif skali u/ saling berbagi
ternyata… ada akhwat yg ga bisa makan klo ga pake KECAP :)
subhanAllah hal kecil seperti itu jadi sorotan jg..
pas sahur.. smua mengingatkan..
“tolong kecap untuk ukhti fullan..”
hmm.. indahnya ukhuwah ini..
setelah mkn malam
isya dan tarawih berjamaah
di DAG kostan Muawanah
subahanAllah…
S.L.I
Sambungan Langsung Ilahi :)
sholat beratap langit..
rasanya mo nangissss.. terasa keciiill skali..
takbir pertama sudah terdengar isak yg tertahan..
subhanAllah..
selesai sholat ada acara tukar kado dan SHARING
tempatnya masih di DAG kostan..
gelar tikar.. bawa makanan kecil sisa ifhtor
kadonya aku dpt bros cantik
sedikit ucapan makasih buat yg berbaik hati memberi bros itu
“SubhanAllah.. ana bertambah yakin bahwa Allah tidak slalu memberikan apa yg kita inginkan, tapi Allah slalu memberi apa yg kita butuhkan.. sepertinya bros ini emang jodoh ana :) ana kalau pake jilbab slalu ga pna pake bros.. terlihat sangat polos. karena emang itu yg ana suka, penitinya ada jepit dari dalam. skr seseorang telah memberi bros ini. jazakillah. skr mungkin blm bisa ana pakai, tapi kelak, insyaAllah akan ada gunakan di hadapan suami saja ”
semua bertasbih :)
subhanaAllah….
“anti bisa aja deh.. ” kata mbak rini yg duduk di sampingku
setelah bagi kado dan membacakan surat cinta yg ada dalam bungkusnya
kita beranjak ke agenda selanjutnya
SHARING…
tidak ada yg mau memulai..
akhirnya ana berinisiatif memulai..
“Bismillah… (hati ana bergetar) ana bersyukur ada di tengah-tengah antunna (kutatap satu persatu wajah didepanku, tubuhku semakin bergetar hebat) komunitas itu telah menghadirkan banyak cinta dalam hidup ana. ketika ana jauh dari antunna, hati ini merasa sangat rindu. ana ingat ketika kita sibuk menyiapkan acara milad. itulah moment paling besar yg telah mengikat hati kita. walau banyak terjadi perselisihan pendapat dalam konsep acara, tapi semua tidak mengurangi rasa cinta yg tersemat dalam hati ini. ketika hari terakhir milad. sholat ashar di masjid kampus, ana merasakan itulah saat terakhir ana melihat antunna, padahal ana yakin besok insyAllah kita ketemu lagi. tapi ntah knapa, ana sulit berpisah dgn antunna. (mata ku udah mulai ga tahan untuk nangis). disini, ana tidak pernah menganggap antunna sebagai seorang TEMAN, tapi SAUDARA (tangisku pecah) ana berusaha terus mengerti. ana tak pernah memperdulikan kapan ana dimengerti. ana berusaha agar antunna bahagia ketika berada didekat ana. maafkan kepada adik-adik angkatan 2003 kebawah, jika mbak banyak bercanda dan terlalu memanjakan kalian. itu mbak lakukan karena mbak ingin memposisikan diri mbak sebagai KAKAK kalian. yg bisa meluruhkan keletihan kalian. mbak sangat sayang sama kalian, karena Allah!!. mbak selalu menganggap kalian adalah saudara kandung mbak sendiri. mbak ingin merasakan kesedihan yg kalian rasakan.. mbak ingin merasakan kebahagiaan yg kalian dapati. mbak ingin selalu berbagi dgn kalian. untuk angkatan 2002. indah.. septi..ana menganggap kalian sudah seperti saudara sendiri. maafkan jika slama ini sering mendzolimi hak-hak kalian. untuk mbak rini.. mbak okta.. yg slama ini sudah sangat baik menampung smua keluhan ana. jujur.. ana ini sangat ekspresif, sering kemarahan ana langsung terlampiaskan dengan aksi diam seribu bahasa atau melarikan diri dari syuro-syuro yg buat ana pusing. walau ana sadari bahwa itu tindakan salah. maafkan ana. buat akhwat KADERISASI, fauziah, farida, indah.. maafkan yaa.. slama ini ana sering bolos dalam pertemuan rutin kita, bahasan2 kita, syuro2 kita.. smua agenda2 yg terjadwal tak bisa ana ikutin dgn maksimal. maafkan. karena skr ana sdg berusaha memenej waktu sbaik mungkin. dgn dzohir satu ini ana harus bisa berbagi dgn beberapa amanah wajihah yg berlainan. terus terang, wajihah itu lebih dulu ana emban ketimbang amanah di sini. tapi ini tetaplah tanggung jawab ana. hanya saja ana mohon permaklumannya. ketika kita menjadi insan2 minoritas yg memilih jalan ini harus terbagi dgn beberapa amanah, kita harus tetap bisa tawazun dgn smua. tugas kita.. buatlah orang-orang skitar merasakan betapa cinta yg kita resapi skr bgitu indah.. biar mereka dapat memilih jalan ini jg sbg jalan hidup mereka.. dan mereka siap memperpanjang barisan dakwah ini..
untuk smua.. yang pna ana lakukan.. kekhilafan.. cinta.. amarah.. keluhan.. dan kasih sayang.. ana lakukan semata karena Ana mencintai antunna…”

smua terdiam.
termasuk aku yg sedang berusaha mengatur nafas disela isak yg tak terbendung
merasakan betapa ukhuwah ini begitu manis..

ku tatap langit
tanpa bintang..
kenapa malam ini langit terlihat sepi
padahal kami di sini
sedang berbagi
tidak kah Allah ridho dgn apa yg kami lakukan??
kami sdg mengikat hati
AHA !!
di atas sana memang hanya ada bulan
karena disini kamilah bintangnya
subhanAllah..

acara sharing itu terus berjalan sampai jam 12 malam
acara ditutup dgn doa robithoh

jam 02.00 bangun..
sholat tahajud.. makan sahur.. tilawah.. dan sholat shubuh
ba’da itu smua naik lagi ke DAG untuk acara Muhasabah

smua duduk dgn tertib, berbentuk lingkaran
dibacakan surat ar Rahman..
smua tertunduk dan.. menangis..
betapa kufur diri ini yaa Ghofar…
diingatkan kembali betapa jalan ini begitu berat
harus dilalui dengan kekuatan.. bukan keluhan..

acara di akhiri dgn almatsurot bareng..
lalu hari yg tadi gelap
kini menjadi terang
seterang hati-hati kami di sini
kembali merajut azzam untuk terus berjuang di jalan mulia ini
untuk terus menggemakan kalimatullah di bumi perjuangan

jam 06.30 aku harus pulang
karena jam 08.00 ada janji dgn akhwat2 masjid al Mukhlisin
entah khilaf atau tidak :) ana dihubungi untuk menjadi juri lomba mtq di sana
amanah baru bagi azzam yg baru..
bismillah..
kuatkan ruh dan jasad ini yaa Rahman..
cintai mereka yg hamba cintai…

untuk akhwati fillah..
jazakumulloh untuk malam itu
ana bahagia..
sungguh..
tidak terganti dgn materi sebanyak apapun
tetap lah tersenyum..
karena senyuman mu bisa meluruhkan keletihan ini
jangan mengeluh
karena mengeluh bisa mengurangi setengah kekuatan ruh..
tetap lah tegar berdiiri
karena Allah membersamai langkah kita..
smua ana lakukan…
karena Ana Mencintai Antunna…