Baginya, belajar dengan sungguh-sungguh bukan hanya refleksi seorang pelajar yang ingin mencapai masa depan yang gemilang semata, tapi lebih dari itu. Kondisi keluarga yang menghimpit dirinya ternyata mampu membuat ia terus berjuang tanpa kata letih dan henti, kelangsungan hidup keluarga besarnya kini tertopang dipundak mungilnya yang terus melangkah pasti menyongsong apa yang digariskan oleh Allah SWT.
Eka Damayanti, itulah nama gadis mungil kelahiran Palembang 16 Mei 1992. Buah hati pasangan Bapak Ahmad dan Ibu Romianah ini tinggal di Kalidoni Lorong Anggada 8. TK Darmawanita, SD Negeri 150, SMP Negeri 29 dan SMU Negeri 5 Palembang adalah tempat ia menempuh perjalanan studynya dari dulu hingga sekarang, berbagai prestasi telah ia raih disetiap jenjang pendidikan yang ia geluti. Banyak sudah guru yang menginginkan ia terus berusaha agar semua potensi yang melekat dari dara cantik ini berkembang dan sedikit membantu meringankan beban keluarganya. Celah inilah yang akhirnya mengantarkan Ia kepada program YAZRI, Aku Bisa Sekolah.
Pak Mubin, Guru Fisika SMP Negeri 29 Palembang inilah yang mendaftarkan gadis yang berpostur tubuh mungil ini pada program Beasiswa yang dinaungi oleh YAZRI. Tiga tahap test ia lalui dengan tidak mudah, karena peserta yang menginginkan beasiswa ini tidak sedikit, dan YAZRI pun sangat selektif memilih kepada siapa bantuan ini berhak diberikan. Berkat kegigihannya, tahun 2006 Eka resmi menjadi anak asuh YAZRI.
Gadis ini memang pantas mendapatkan beasiswa dari YAZRI, sejak SD ia selalu mendapat juara satu sampai ia lulus dan memasuki jenjang SMP. Di SMP pula ia terus mencetak prestasi, yang tertinggi yaitu ketika ia mendapat juara umum. Prestasi ini ia dapat karena nilai akademik yang ia raih melampaui nilai dari semua siswa di sekolahnya. Hingga kini, ia tetap menjadi wonder woman di SMU Negeri 5 Palembang. Juara kelas tetap ia raih dengan mulusnya. Ia berharap prestasi ini bisa ia pertahankan sampai ia lulus SMU.
“Saya ingin membantu Bapak mencari uang”, ujarnya sambil melempar pandangan keluar. Nampak gurat kesungguhan dari raut wajahnya. Betapa tidak, Pak Ahmad, sang ayah hanya berprofesi sebagai penarik becak yang memiliki penghasilan harian tak lebih dari tiga puluh ribu rupiah saja. Kebutuhan hidup yang semakin mencekik dan biaya sekolah untuk tiga putra-putrinya yang membuat hidup keluarga ini sulit berharap hidup lebih layak lagi.
Tapi, hal ini lah yang membuat ia untuk terus belajar lebih giat lagi. Sejak ia menjadi anak asuh YAZRI, ia mengaku lebih termotivasi untuk terus maju. Bukan hanya dari segi akademik saja, tepi lebih kepada semangat hidup dan perbaikan akhlaknya.
“Saya di sini bukan hanya mendapat bantuan biaya sekolah saja, tapi saya juga mendapat bimbingan spiritual dari tentor YAZRI. Hal ini membuat saya lebih termotivasi untuk belajar lebih giat lagi”, ujarnya penuh semangat. Ya!! Team Fokuz saja begitu merasakan energi positif saat melakukan wawancara dari sosok gadis belia yang katanya ingin pakai jilbab ini. Ketika ia mengatakan bahwa ia ingin kuliah dan mejadi Pengusaha, kami tertegun. Kondisi keluarga yang membuat sebagian orang bisa merasa depresi tapi ternyata begitu memicu ia untuk berbuat lebih banyak lagi bagi kelurganya. Sungguh luar biasa motivasi yang YAZRI tanamkan pada diri seorang Eka Damayanti.
“Saya ingin kuliah, tapi karena saya tau Bapak tidak mampu membiayai saya, maka saya ingin bekerja dulu membantu Bapak membiaya sekolah adik-adik. Oh ya, saya ingin jadi dokter atau pengusaha nantinya. Doakan ya, mbak. Biar nanti saya bisa kerja sambik kuliah. Kalau melihat kondisi Indonesia sekarang sih, saya lebih kepingin jadi Pengusaha deh. Karena bidang ini terus berkembang.”, harapnya yang membuat kami semakin tersentuh dan tidak menyesali keputusan memilih ia menjadi salah satu anak asuh YAZRI, karena ia memang pantas mendapatkannya.
Rasa terima kasih yang membuncah kepada YAZRI tak mampu ia bendung, karena berkat YAZRI ia dapat menikmati fasilitas bimbingan belajar dan spiritual secara kontinyu setiap tiga kali per-pekannya. Ia berharap agar program ini terus berjalan, dan semakin banyak anak-anak Palembang yang terbantu seperti dirinya, karena ia menyadari banyak anak-anak Palembang yang potensinya mati karena kehabisan biaya sebelum mengaktualisasikan potensi tersebut. Dan hal itu tidak ia inginkan.
“Terima kasih kepada YAZRI yang sudah memberikan banyak bantuan kepada saya dan keluarga. Semoga program ini terus berjalan tanpa henti. Karena masih banyak diluar sana Eka-Eka lain yang butuh bantuan untuk diwujudkan cita-citanya”. Itulah harapan terakhir dari seorang Eka Damayanti. Asa seorang anak Indonesia yang menopang masa depan keluarga besarnya.
(catatan kecil seorang “pendongeng” pada langkah terakhirnya di buletin Fokuz.. hiatus selamanya ^_^ cerita non fiksi ini :) sudah diposting sebelumnya, berhubung bbrp org ingin info yg lebih detil ttg jati diri seorang EKA, maka dari pada itu untuk membentuk suatu pehamaham yg real dan bantuan yg konkrit ^_^.. disusunlah sebuah cerita yg sesungguhnya dan diketik dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Palembang, 29 Mei 2008) *proklamasi kaleee.. :D*
NB : bantuan dapat langsung diberikan kepada yg bersangkutan (jika kenal) atau menghubungi sayah, krn sayah pun dah dpt izin dari YAZRI untuk terus memperjuangkan hak dirinya mengenyam pendidikan sampai akhir zaman.. lho??!! eh ini serius!!
trus klo ada siswa cerdas tapi dhuafa yang tgl disekitaran Kalidoni dan Ilir Timur Dua, jg hubungin nit, nanti kita daftarkan supaya ia dapat bantuan dari YAZRI. kontak sayah langsung, via YM (moslem_keadilan) ato boleh sisipkan keinginan anda saat nge-junk (klo lu tmasuk blogger wongkito). bantuan tdk terbatas pada Eka saja, tapi pada anak2 cerdas yang dhuafa lainnya. Makasih.. *nyengir*
soale dah ditunggu sama sodara2 di medcen. itulah kenapa akhirnya mereka surprise banget ngliat mbak nya yg manis ini.. (halah..) tiba2 nongol di masjid kampus. pdhal biasanya langsung pulang.
gila pemerintah itu, BAH!!!
tidaaaaaaaaaaaaaak!! 
jadi sedih..
aku depresi dan akhirnya dehidrasi.. (*ditendang kak oeni* knape jd lebay banget dek??
hohoho.. kagak tau ape klo ane baru nginstal icon baru
bak pendekar yg tanpa lelah ngiterin script biar keren kayak blognya
oh no.. aku telah memfitnah dirinya.
)












Recent Comments
11th Feb 10
20th Jan 10
9th Jan 10
7th Jan 10
22nd Dec 09
22nd Dec 09
22nd Dec 09
22nd Dec 09
22nd Dec 09
22nd Dec 09
22nd Dec 09
21st Dec 09
21st Dec 09
21st Dec 09
20th Dec 09