Saturday, July 18th, 2009 | Author: BikPici™

Korban : (muka kayak mo nangis) saya kayaknya gagal wisuda tahun ini. terpaksa harus bayar semesteran lagi, padahal duit ga ada.

Saya : lho kenapa? bukannya kamu dari rumah dosen mo minta tanda tangan buat ACC sidang Tugas akhir selasa nanti?

Korban : he eh, nih baru pulang. tapi dosennya minta duit tiga ratus ribu, trus baru mo tanda tangan.

Saya : DOSEN GILA !!! mana ada aturan begitu. dia ditunjuk jadi pembimbing Tugas Akhir itu dapet honor dari kampus. dasar mental KORUPTOR !! pembimbing satunya ACC, kan? (tetep optimis)

Korban : sama aja. 300 ribu satu tanda tangan.

Saya : (banting majalah yg saya pegang) dia ngomong nya gimana sih?? (ga pake kata “BELIAU” lagi, gak pantes!!)

Korban : bilangnya sih ga blak blakan, gini redaksinya,

besok terakhir ACC yah. dan kalo sampe besok kamu ga dapet tanda tangan, sudah tau kan resikonya? kamu ga bisa sidang Tugas Akhir selasa nanti. waktunya dah mepet banget. teman-teman kamu sudah ada yang bayar sama saya. yaaa itu biar jalannya cepet, jadi besok langsung bisa daftar sidang.

Saya : asstaghfirullaah…

Korban : dibilang begitu saya baru nyadar, tarif normalnya emang 300ribu. teman yg satu bimbingan udah ada yang bilang. saya pikir sih itu inisiatipnya dia aja. duuh, gimana yah mbak? (narik-narik rambut yang tak bersalah)

Saya : coba bilang sama papa kamu dulu deh, siapa tau ada simpenan

Korban : (menghempaskan nafas) fiuuhhh !! papa cuma kerja di bengkel, itu pun bengkel orang. mama ga kerja. adik2 saya banyak. ada yg baru tamat SMU. itu pun ga lanjut kuliah karena ga ada biaya. saya pontang panting pulang kuliah langsung kerja, jaga wartel, jaga malam di tempat usaha uwak saya. untuk tambah-tambahan biaya kuliah. saya ga sanggup minta sama papa. (mukanya dah beneran merah, karena sedih dan marah)

…..

itulah dialog singkat saya dengan seorang “adik” di suatu sore yang panas menyengat, sepanas hati saya merasakan senyum getir seorang mahasiswa tidak mampu yang berjuang lulus dari kuliahnya walau dikelilingi oleh pendidik bermental TIKUS !!! (angry)

fiuuhh.. ada rasa syukur menyelinap, alhamdulillah sampai detik ini saya belum ditemukan oleh Allah dengan dosen busuk seperti itu ! tapi rasa kesal membuncah melebihi rasa syukur itu (asstaghfirullah… ) betapa tidak! seorang pendidik yg seharunya menjadi contoh bagi para anak didiknya kini memberi tauladan yang sangat sangat sangat tidak pantas ditiru !! pun oleh anak kandungnya sendiri !!!

satu tanda tangan bernilai TIGA RATUS RIBU RUPIAH. tanpa tanda tangan itu mahasiswa yang dibimbingnya terancam tak bisa mengikuti ujian sidang tugas akhir. dan terpaksa tertunda satu semester. dg kata lain ga mau bayar 300 ribu, tetep aja kluar duit u/ bayar semesteran. (doh)

mengambil yang bukan hak nya, padahal hak dia sendiri sudah dipenuhi oleh kampus, berupa honor sebagai pembimbing. saat otak kritis mahasiswa ingin melaporkan hal ini ke pihak yg berwenang (petinggi kampus) tapi sudah pasti si mahasiswa ini terancam di DO karena menebar fitnah (petinggi kampus lebih percaya sama dosen dari pada sama mahasiswa). ujung2nya ya ttp aja ga lulus ! alhasil jalan satu-satunya yaitu memenuhi semua keinginan sang TIKUS yang suka menggerogoti hak orang lain. *lempar duit 300ribu ke muka dosen tsb* (idiot) (idiot) (idiot) (idiot)

dan.. semakin dipenuhi keinginannya, semakin dia merasa benar. dan semakin tertancap dalam tradisi satu tanda tangan bernilai 300ribu. makin banyak mahasiswa tidak mampu yang harus berhutang demi lulus dari kampus. demi ACC nya rekomendasi ujian sidang. asstaghfirullaaahh…

siapa yg salah? entahlah, bisa jadi kita yang salah kenapa tidak meluruskan hal batil yang terjadi di depan mata..

“Barangsiapa di antara kamu melihat kemunkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika ia tidak mampu cegahlah dengan lisannya, dan apabila tidak mampu maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemah iman. ” (Hadits riwayat Imam Muslim).

Category: Hari-hari Nitz...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

13 Responses

  1. 1
    Tukang Spanduk 
    Saturday, 18. July 2009

    Wah… dosen yang kayak begini yang bikin pendidikan di Indonesia makin bobrok… X-(

    Padahal anggaran pendidikan sudah dinaikkan, tapi tetap saja kurang puas dengan honor yang telah diberikan… Kalo mental pendidik kayak begini, walau anggaran pendidikan dinaikan berjuta kali lipat, tetap saja kualitas pendidikan Indonesia bobrok…

    [Reply]

    BikPici™ Reply:

    bener banget tuh bang. kasian sama generasi yang diajar sama pendidik bermental tikus gitu. harusnya org2 yg begitu cepet2 dimusnahkan aja dari muka bumi ini (emosi) (angry)

    [Reply]

    Nisa Reply:

    ^^ ck ck…ck… semoga kita bisa meluruskannya yuh mbak ^^

    [Reply]

  2. Setuju, walau berat tapi pasti ada saja orang yang mampu.
    wah semoga dimulai dengan diri sendir dan hal-hal yang kecil

    [Reply]

  3. kok ada ya dosen kayak gitu… apa hidupnya tenteram ya.
    smg deh saya nggak ketemu dosen macam begitu
    ohya, thanks sist sdh mampir di blog saya

    [Reply]

  4. wah blog bari akhirnya diapdet juga, dan tulisannya langsung… catch it! (yahoo)

    [Reply]

  5. tidak sekali dua saya menemukan cerita yang macam ini
    sekalipun tidak pernah mengalami secara langsung
    namun tetap benar-benar memuakkan mendengarnya

    Semoga ada langkah persuasif yang dapat mengatasi persolan ini melalui pihak-pihak yang berwenang di kampus.

    tapi saya duga, dosen yg macam ini biasanya suka mengancam dan pada dasarnya pengecut kalau menghadapi orang banyak atau publikasi.

    [Reply]

  6. komen pertama di rumah baru bikpici :-)

    Moga Alloh beri petunjuk orang-orang seperti itu :-(

    akan jadi apa anak-anaknya jika di kasih uang haram dari hasil merampok mahasiswanya sendiri. kelak klu kita jadi tenaga pengajar dan berhasil duduk di jajaran pejabat teras, Alloh ingatkan kita untuk tidak mengulang kembali menjadi seorang Pendidik yang tidak mendidik X-(

    [Reply]

  7. Memanfaatkan kelemahan orang untuk menguntungkan dirinya sendiri.. mmm.. otak cerdas!
    IMHo, kalo misalnya hal ini diterusin ada dua efek:
    pertama, bikpici bisa dianggap provokatif krn biasanya ‘mereka’ lebih kuat. Cuma kalo petinggi mendengar dan bisa solve masalah ini, bikpici udah membantu teman mbak dari rasa ketidakadillan. Efek sampingnya, bikpici kan juga lagi skripsi? kali aja akan ngalamin hal yang sama (bukan nyumpahin).
    kedua, dianggap angin lalu dan kemungkinan bisa jadi bumerang buat bikpici.

    [Reply]

  8. nah itu jadi dosen doang mba…
    di balikpapan ijazah SMP bisa jadi angota dewan ayo dari mana asalnya manusia itu hehhehehhe
    salam kenal dari balikpapan (dance)

    [Reply]

  9. Sory Bu komentarnya kemarin lupa di bales. Semua koment yang masuk ke blogku kubaca dan kubalas sebagai bentuk penghargaanku (kalau lagi sempat karena tidak setiap hari bisa OL he he he).
    Kalau masalah dosen koruptor itu ada di UNY, dia yang akan dikeluarkan sebagai dosen karena di kampus ini, aspirasi mahasiswa bisa disalurkan lewat BEM sehingga petinggi2 di fakultas dan rektorat ga berani macam2. Ada sedikit saja kebijakan yang merugikan mahasiswa, pasti mereka akan bertindak sehingga tidak jatuh korban2 lagi nantinya.

    [Reply]

  10. dosen yang sama sekali gak pantes buat digugu dan ditiru…
    *semoga si dosen kembali ke jalan yang benar…

    mental koruptor? ke laut aja gih! :-)

    [Reply]

  11. yah begitulah indonesia, pendidikan sekuler jadinya tikus.
    salah siapa?

    Salahkan aja diri kita sendiri kenapa harus ikut belajar di sarang penyamun.
    Coba pikirin kita sekolah anggaplah 16 tahun dari SD ampe S1 tapi alhasil cuman jadi buruh apalagi digaji UMR. Sibuk cari kerja sana sini.

    Nah harusnya kalau kita bener-bener belajar maka 16 tahun itu kita udah punya perusahaaan sendiri, nikah. Ilmu kita sudah dalam untuk membantu orang lain jadi lebih mudah. Nyatanya sekarang 16 tahun gak bisa apa-apa.
    Kerja jadi juru ketik, gak nyambung dengan jurusan dll jadi selama ini ilmu kita buat apa???????????

    huuuuuuh, mari kita sama2 memotong sisi buruk yang selama ini berjalan dalam sistem ini agar kita dan anak cucu kita tidak ikut kedalam sistem yang berisi tikus dalam lingkungan sampah berkerah putih yang hanya mendewakan ijazah.

    [Reply]

Leave a Reply » Log in

:-)) :-) :-D (LOL) :-P (woot) ;-) :-o X-( :-( :-& (angry) (annoyed) (bye) B-) (cozy) (sick) (: (goodluck) (griltongue) (mmm) (hungry) (music) (tears) (tongue) (unsure) (highfive) (dance) (doh) (brokenheart) (drinking) (girlkiss) (rofl) (money) (rock) (nottalking) (party) (sleeping) (thinking) (bringit) (worship) (applause) 8-) (gym) (heart) (devil) (lmao) (banana_cool) (banana_rock) (evil_grin) (headspin) (heart_beat) (ninja) (haha) (evilsmirk) (bigeyes) (funkydance) (idiot) (lonely) (scenic) (hassle) (panic) (okok) (yahoo)