saya baru tau, kalo selama ini penyakit “keringat berlebih” yang ada dalam tubuh saya bahasa medisnya “Hyperhidrosis”. mama pernah cerita, dulu waktu saya kecil kalo nangis (sambil menghentakkan kaki ke lantai) seluruh tubuh saya banjir dengan keringat, butirannya seperti biji jagung yg keluar dari pori-pori tubuh, lantainya basah, dari kepala sampai telapak kaki mengucur keringat tanpa henti, sampai saya “inisiatif” u/ ga nangis lagi. dari sana, ayah membawa saya ke dokter, khawatir krn keringat yg keluar dari tubuh saya begitu berlebihan. kata dokter, nanti kalo udah sekolah TK akan sembuh. alhamdulillahnya dokter ga bilang ada kemungkinan penyakit yg parah dg keluhan yg ayah saya utarakan. tiba masa saya sekolah TK, ga juga sembuh, setiap kondisi mood saya tidak baik, maka reflek telapak tangan dan kaki saya berkeringat, dikasih sapu tangan sama mama, cuma bertahan bbrp menit, stelah itu, sapu tangan tadi “lunglai” karena basah, pernah sekali mama iseng, mengangkat pergelangan tangan saya dan mengarahkannya ke bawah, ” tess… tes… tess.. ” satu persatu air menetes dari ujung2 jari saya. kata mama, klo musim kemarau tiba, ini bisa jadi sumber mata air alternatif. hahaha.. ada ada saja si mama

setiap jenjang sekolah sampai kelas 6 SD saya tetap rutin ke dokter (padahal ayah juga org medis, tp ttp klo sakit, ayah malah ngelempar kita ke dokter lain
) dan tak kunjung sembuh. sampai akhirnya kata ayah,
insyAllah ini berkah dari Allah, nikmatin saja, akan banyak manfaatnya. mudah2an murah rizki dan akan banyak orang yang dibantu dengan ‘tangan basah’ ini
sejak saat itu, saya enjoy dengan ‘kelebihan’ yang saya punya, walau tidak sedikit teman yang tidak nyaman dengan tangan saya yg terus berkeringat. kalo lagi main yang harus menyentuh dengan tangan atau berpegangan tangan, banyak teman yg enggan bersebelahan dg saya :-) (finally, dari situ saya belajar, tidak semua orang bisa menerima apa yg ada dalam hidup kita, dan sikap legowo lah yg bisa membuat hati semakin lapang!),
“pegang baju saya aja deh, tangan kamu basah! rese saya megangnya”
awalnya sakit hati! sumpah! sakit banget dg penolakan yg begitu. cuma ya mo gimana lagi. itu sisi negatifnya, alhamdulillah sisi positifnya jauh lebih menyenangkan, dulu waktu SD, kan nulisnya masih pake kapur, klo temen yg roknya kotor, biasanya dia dateng ke saya minta bersihin,
“tolong bersihin dong, nit! tangan kamu kan basah”
dengan sigapnya tangan basah saya membersihkan roknya yang terkena kapur dg begitu mudah. memang betul ya kata orang2 bijak, kehidupan itu seperti dua sisi mata uang, dan orang2 pun terbagi dua, masing2 punya pilihan dg sisi mata uang, satu sisi punya kelebihan, sisi satunya lagi kekurangan. pun itu kekurangan, masih ada orang yg mau memilih, menerima dengan lapang hati, karena toh kelebihan dan kekurangan ada bagian dari satu koin! jika saja HANYA ada satu sisi pada koin itu, maka hilang lah nilai dari pada nya! dan saya pun begitu, saya begitu menilai tinggi dengan sahabat2 saya yg bisa menerima saya dengan dua sisi yg saya punya. walau saya tetap menghargai dengan pilihan teman2 saya yg lain, yg memang tidak mudah untuk menerima kekurangan yg saya punya.
masa-masa SD kalau mama lupa bawain saya sapu tangan, biasanya dasi dan topi jadi alas saya u/ nulis, karena (alhamdulillah) saya termasuk anak yg fokus kalo belajar di kelas, saking fokusnya sering dibilang “pelit” sama teman2. hahaha… saat fokus itulah kelenjar keringat saya bekerja dengan berlebihan. seperti habis lari berkilo kilo meter. pa lagi klo belajar matematika, sebelum soal itu saya selesaikan, maka keringat akan terus mengucur. dulu waktu SD belum kenal yg namanya tissu
apa yg ada ya saya manfaatkan, terkadang kalo kondisinya mendesak, selembar kertas yg saya jadikan alas u/ menulis
jangan tanya betapa kotornya kaos kaki saya, dan mama selalu ngomel, jaman2 SD kalo jam istirahat biasanya suka main “YEYE” atau karet yg disambung2 itu lho, trus loncat2, nah biar loncatnya berhasil, suka buka sepatu
karena telapak kaki saya basah, maka debu lantai itu cepat sekali lengket dan nempel di kaos kaki saya
dan teman2 pun senaaaang, krn semua debu di lantai sudah nempel di kaos kaki saya

SMP pun begitu, walo ga bisa memanfaatkan dasi u/ jadi alas nulis (dasi SMP kan kecil, bentuk kupu2), dan topi jadi sasaran utama, alhamdulillahnya ga pernah lupa bawa topi, dan mulai2 agak girly (girly dari hongkong!!)
jadi bawa sapu tangan terus, kan malu kalo keringetan pas lewat depan kakak kelas
(cape deh! boro2 mo mikirin gebetan, ke sekolah pake bedak aja syukur
)
sebelum saya pakai jilbab pun, saya ga pernah bisa lepas dari kaos kaki, krn klo ga pake, sendalnya selalu lepas, bahaya klo lagi nyebrang jalan. sering kali waktu masih kecil, lari saat nyebrang, alhasil sendalnya lepas tepat di tengah jalan yg dilalui kendaraan. seriiiiing.. seriiing banget begitu. makanya mama selalu ngingetin u/ pake kaos kaki kemana-mana. saat itu blm tau klo kaki termasuk aurat
gara2 keringetan trus saya jadi ga bisa ikutan ngerjain pra-karya tangan. misalnya, buat bunga dari sabun mandi, pas nyoba, sebelum tuh sabun yg udah diparut di unyek unyek jadi bentuk daun, sabunnya keburu berbusa di tangan saya
ada lagi misal buat bunga dari kertas krep, yg warna warni, sebelum potongan kertas itu berubah jadi kertas cantik, keburu kertasnya robek dan warna nya berpindah dengan terhormat ke tangan saya..
saya angkat tangan klo urusan membuat prakarya.
parahnya! saya skr malah harus berurusan dg kabel trus, yg rentan dg benda2 basah. pernah sekali pas ujian arsitektur komputer, ngoprek CPU, smua onderdil dilepas dan dipasang lagi, saya harus rela ekstra ribet daripada teman2, on off kabel power pas mo ngecek, soale klo gak. bisa2 saya kesentrum krn tangan saya yg basah!
resikooo..
saya jadi teringat dengan seorang sahabat, teman sebangku waktu kelas 3 SMA, Tati namanya. sering saya lupa u/ bawa sapu tangan, dan juga lupa u/ beli tissue sebelum masuk kelas, dia yg memang tak pernah tinggal membawa sapu tangan, dengan begituuuuuuuuuuuuu ikhlasnya memberi pinjam sapu tangannya u/ saya. karena tanpa itu saya ga bisa nulis. pun bisa, maka buku saya akan basah! dan saya ga konsen u/ belajar! tati.. jadi begitu rindu dg sosok itu. dia satu2nya sahabat saya yg tanggap dgn “mood” yang membuat penyakit Hyperhidrosis saya kambuh! kalaupun dia ga bawa sapu tangan, dia pun diam2 sudah mencarikan tisu untuk saya. SubhnAllah.. andai semua sahabat saya begitu yah
betapa bahagianya hidup saya
kalau sedang ujian, saya sadar diri, karena situasi ujian pasti membuat tubuh dan saraf saya tegang! dan yakin 100% penyakit hyperhidrosis saya kambuh! biasanya saya bawa sapu tangan dua buah, dan ditambah tissue sabagai cadangan. krn kalo cuma pake satu sapu tangan, tetap tembus lembabnya ke kertas ujian, apa lagi tissue, pake 5 helai tissue pun ga akan mempan klo keringetnya lagi keluar banyak. sejak pakai jilbab, tak jarang saya pakai jilbab saya sebagai alas nulis
itu kalo kepepet lhoo, beruntungnya jilbab saya lebar, jadi ga ngaruh seberapa banyak ujungnya saya tarik ke meja (goodluck) atau bisa juga manset (kaos yg biasa dipakai u/ menutupi sebagian tangan s/d pergelangan)
sebetulnya, selain kondisi suhu yg memang panas, penyebab utama keringat saya mengucur deras adalah kondisi psikis, alias mood yang mendorong sistem dalam tubuh saya bekerja lebih keras dan deras! lebih jelasnya ini,
In most people, low-level sweat production is a constant process, and much of that sweat doesn’t even come out of the sweat glands; it’s simply reabsorbed by the body. High-level sweat production is another matter. The process can kick off from exercise, high temperatures or stimulation from nerves in response to an emotion, like anxiety or fear. To learn more about how the body’s sweat glands function, read How Sweat Works.
The nerves that react to stress get their cues through the sympathetic nervous system, which in turn is part of the autonomic nervous system. The sympathetic nervous system is responsible for preparing the body to respond to dangerous or stressful situations. When something of this nature occurs, the sympathetic system readies the body in a number of ways — including increasing sweat production. It does this by stimulating the sweat glands with a chemical neurotransmitter called acetylcholine. This chemical rests in tiny sacs located between the nerves and sweat glands until it is needed. When released, this chemical forces the sweat glands into action, and the glands will continue to react until the acetylcholine has been depleted. (If the perceived threat hasn’t passed at that point, more acetylcholine is released for the reaction to continue.)
For people with hyperhidrosis, the nerves that serve the sweat glands in certain portions of the body will go into overdrive from time to time and produce sweat for no reason at all. The frequency, duration and strength vary by person. There is no conclusive evidence as to why the nerves do this, but they will bombard sweat glands with unnecessary acetylcholine, causing a very sticky situation for some people.
sumber : http://health.howstuffworks.com/skin-care/problems/medical/hyperhidrosis2.htm
dan memang betol! saat saya merasa stress, tegang, deg-deg-an, perasaan ga tenang, itu memicu keringat keluar lebih banyak! jangan bayangkan seberapa basahnya tangan saya saat cowok yg saya taksir tiba2 nelpon saya.
(intermezzo jek!)

info yang menggembirakan adalah ;
Hyperhidrosis isn’t life-threatening, but it can affect every aspect of someone’s life, and the effect on his or her psyche can be devastating. The worst part may be that while some triggers — like spicy food or hot weather — can be avoided to a greater or lesser extent, hyperhidrosis doesn’t need a trigger. It can happen at any time with no warning at all.
sumber : http://health.howstuffworks.com/skin-care/problems/medical/hyperhidrosis3.htm
jadi penyakit ini tdk ada hubungannya dg kjiwaan walo kadang faktor pemicunya mood/psikis yg naik turun, walo ttp aja bisa buat org stress! nah! yg ga bisa dihindari itu makanan pedas!
so, ga ada hubungannya keringat berlebih itu dengan PENYAKIT JANTUNG! saya udah buktikan kok, saya periksa langsung ke dokter spesialis, ditempel apa itu alat2 ke bagian tubuh (ga ngerti nama alatnya), dan alhamdulillah kata dokter jantung saya sehat! walo teteeeeeepp kata dokter saya harus rajin olahraga (ini pasti kalimat titipan dari ayah saya
)
saya bahagia Allah memberi berkah dg penyakit ini. karena saya bisa tau mana teman yg bisa menerima saya dg utuh mana yg nggak. dan masih banyak berkah yg Allah beri melalu tangan basah ini. mudah2an doa ayah saat saya kecil dikabulkan Allah. amiinn..
u/ teman2 yg juga punya penyakit sama kayak saya. jgn merasa malu, minder ato ngerasa ga enak u/ melakukan apapun. ga ada halangan u/ tetap berkarya, walau memang kita jadi lebih ekstra meng-cover semuanya, yaa hitung2kan jadi nambahin riski nya yg jual sapu tangan sama tissue
(tertarik nulis ttg Hyperhidrosis krn baca artikel ini klik!)









Sunday, 20. December 2009
Wew… baru tau kalo ada juga penyakit yg seperti ini…. Kira2 penyakit yg seperti ini bisa disembuhkan gak ya?
Anyway, saya sepakat dengan mama-nya BikPici… bisa jadi sumber mata air nih, bahkan mungkin bisa dikomersilkan mengalahkan air-nya “Ponarih”…
[Reply]
BikPici™ Reply:
December 20th, 2009 at 6:47 pm
tangan bertuahnya bikpici yaa atok
kapan2 dirimu akan merasakan kehebatan tangan bertuah ku.. wkwkwkkw..
*transfer kekuatan tangan bertuah*
[Reply]
Sunday, 20. December 2009
na,, prasaan tiap kali salaman tangan yundo dakbasah e, apo karna aku masih pake sarung tangan motor ye
,, ah mo kek apa tanganmu, kakimu, dan apapun it lah
, aku tak perduli, dirimu tetap yundaku
[Reply]
BikPici™ Reply:
December 21st, 2009 at 4:09 pm
makjang! alangke tebal lipstik bibir tuh dek
nuuhh merah galo laju pipi yundo nih
tengkiuu dindaaa, muah muah muah, jangan dilap depan yundo yoh tangannyo pas abis salaman sm yundo, kerno itu bisa menghancurkan hati ku
dan bagaimana pun dirimu (bingung nyari kekurangan amel nih, rasonyo yg ado kelebihan galo ), dindo tuh ttp adek yundo yg paliiiiing baeek sedunia
[Reply]
Monday, 21. December 2009
ooh aku tau jadi penyebab leppy ayuk tu amun galak rada setrum2 dikit pas di charge mestilah krn tangan ayuk yang basah tu..
Eh, indah baru tau amun tangan ayuk nie galak basah hehehe (ketauan jarang digandeng, biaso dibonceng ye dak?!)
*enjoy your life*
[Reply]
BikPici™ Reply:
December 21st, 2009 at 4:10 pm
[Reply]
Tuesday, 22. December 2009
aku jugo yuk..telapak tangan samo telapak kaki..
kadang aku mikirnyo wong pasti risih tiap nak slaman samo aku..mako itu seblum salaman aku pasti ngelap2ke tangan aku ke celano sampe tangan aku kering..
[Reply]
Tuesday, 22. December 2009
aku jugo yuk..telapak tangan samo telapak kaki..

kadang aku mikirnyo wong pasti risih tiap nak slaman samo aku..mako itu seblum salaman aku pasti ngelap2ke tangan aku ke celano sampe tangan aku kering..
*yg dipucuk salah ketik link blog*
[Reply]
Flying Sword Reply:
December 22nd, 2009 at 9:27 am
bahasa inggrisnya keren
[Reply]
BikPici™ Reply:
December 22nd, 2009 at 3:43 pm
nanti kerjain PR bahasa inggris saya lagi ya, say..
[Reply]
BikPici™ Reply:
December 22nd, 2009 at 3:44 pm
@ezza : naaahh.. toss dulu mun cak itu
ayuk b galak cak itu dek, bsiget singgohnyo mun nak salaman samo wong
[Reply]
Tuesday, 22. December 2009
nice info.
dulu repotnya pas ikut UMPTN, nulis di lembar jawaban komputer harus dilapisi tisu/sapu tangan, kalo gak LJK jadi basah dan akhirnya gak kebaca oleh komputernya.
tapi saya percaya, saya gak lulus UMPTN bukan karena penyakit ini. tapi murni saya yang gak belajar. :P
[Reply]
BikPici™ Reply:
December 22nd, 2009 at 3:46 pm
pna jingok tangan akas lagi ngelupas, hihihi, jadi mcak jingok tangan dewek
[Reply]
Thursday, 7. January 2010
Alhamdulillah biso baco lagi blog ni… yang sebelumnyo di “leptong” aku dak biso diakses, sampe sekarang jg dak biso diakses.
Alhamdulillah biso baco lagi blog ni… yang sebelumnyo di “leptong” aku dak biso diakses, sampe sekarang jg dak biso diakses.
Untung ada…. *sensor*
Ternyata baru tau aku ado jenis manusio seperti ni… Disangko kawan aku keringet dingin sampe basah kunyup ketakutan gak taunyo keno Hyperhidrosis… ya.. walaupun salah satu pemicunya takut gak bisa jawab soal…
Untung ada…. *sensor*
Ternyata baru tau aku ado jenis manusio seperti ni… Disangko kawan aku keringet dingin sampe basah kunyup ketakutan gak taunyo keno Hyperhidrosis… ya.. walaupun salah satu pemicunya takut gak bisa jawab soal…
[Reply]